Penyebab belum didatangkan jodoh :
Pertama, Allah belum ridha
Allah SWT sendiri sebagai Yang Maha Pencipta makhluknya secara berpasang-pasangan tentu punya alasan sendiri untuk itu dan alasan itu hanya Allah SWT yang tahu. Kita hanya bisa mereka-reka. Mungkin saja Allah SWT menganggap kita belum sanggup untuk menanggung beban berkeluarga yang berat dan komplikatif, meski dari mata kita yang berkeluarga kelihatan indah dan surga dunia.
Atau juga Allah Yang Maha penyayang beranggapan kalau kita diberi jodoh sekarang tentu mungkin tidak baik untuk kita. Bisa jadi jodoh atau perkawinan itu kita akan dapat mendatangkan marabahaya, bencana, kesengsaraan dan lain-lainnya kepada kita. Sekali lagi hanya Allah SWT yang tahu rahasia itu.
Kedua, rasa sayang Allah
Dan belum didatangkan jodoh saat ini adalah rasa sayang Allah SWT dan sekaligus proteksi Allah SWT kepada kita, karena Allah SWT tidak ingin mencelakai makhluknya.
Untuk itu sikap kita:
Pertama, Jangan Khawatir Allah SWT sudah mengatur semuanya.
Al Quran Surat Asy Syuura Ayat 11 Allah SWT berfirman :
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
Al Quran Surah An Najm Ayat 45.
dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.
Kedua, Sabar
Setiap kita sudah ada pasangannya. Kalau belum datang ya sabar saja. Tapi perlu diingat, sabar bukan berarti pasif akan tetapi aktif. Sabar itu bukan pasrah, manusia di perintah untuk berusaha untuk menggapai yang diinginkan. Berusaha dengan sekuat tenaga dan semampunya tapi tetap dalam koridor Ridho Allah SWT ( jangan lantas kita berharap dapat jodoh lalu kita menjadi murahan dan bermaksiat.
Takut nggak dapat jodoh lantas mengorbankan kehormatan diri dan agama yang kita anut, bukannya kebaikan yang akan kita dapatkan justru keburukan yang akan kita terima. Ingat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun akan mendapat balasan dari sisi Allah SWT.)
Ketiga, rebut Cinta Allah.
Usaha yang kita lakukan harus kita ikuti dengan berbuat kebaikan. Menundukan diri kepada Allah SWT, berusaha beribadah dan mengapai cintanya Allah SWT. Hendaknya sebelum kita mendapatkan cinta dari pasangan kita, alangkah muliannya kita mendapatkan cinta dari Allah SWT terlebih dahulu. Kalau Allah SWT sudah cinta kepada kita tentu Ia akan mendatangkan kebaikan kepada kita. Kalau Allah SWT mencintai kita karena kita juga cinta padanya maka Allah SWT tak akan pernah mengecewakan.
Akan tetapi sebaliknya ketika cinta makhluk yang kita dapatkan belum tentu bertahan selamanya. Kita tidak tahu hati manusia, terkadang cinta datang terkadang cinta pergi. Ini dunia dan sifatnya fana. Betapa banyaknya kita lihat seperti contoh artis-artis yang belakangan banyak kawin cerai. Ketika pacaran dan nikah bukan main mesranya. Melakukan pernikahan dengan biaya yang tidak sedikit dan penuh kemewahan. Tapi lambat laun prahara melanda dan nauzubillah ada yang sampai becerai. Akhirnya bukan main pula saling membencinya.
Keempat, Cari Jodoh dengan RidhoNya
Untuk itu selayaknya usaha yang kita lakukan untuk mencari jodoh, harus kita ikuti dengan menggapai keridhoan Allah SWt. Seperti ibadah wajib dan sunnah, berbuat baik sesama manusia, banyak bersedekah dan membantu sesama, Shalat Hajat, Tahajjut dan puasa sunnat.
Kelima, Iringi dengan Do'a
Dan tentunya yang paling penting diiringi doa karena hanya doa hamba yang shaleh yang mampu mengguncangkan Arsy nya Allah. Doa itu yang dapat merubah takdir kalau ada sebelumnya Allah SWT telah menetapkan keburukan pada kita. Tapi dengan doa yang ikhlas dan penuh harap Allah SWT akan merubah keburukan itu menjadi kebaikan.
Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 186:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Setiap doa yang dilantunkan akan diijabah oleh Allah SWT, tapi syaratnya kita harus mematuhi seluruh perintah Allah SWT dan menjaga iman Islam kita pada Allah SWT supaya kita selalu berada dalam kebenaran yang di ridhoi Allah SWT.
Keenam, Tawakal.
Selanjutnya ya kita tawakal. Berserah diri atas ketentuan Allah SWT yang akan diberikan kepada kita. Bukan berarti dengan tawakal ini kita berhenti berusaha dan berdoa, tawakal berarti kita menyerahkan seluruh usaha dan doa yang kita lakukan terus menerus itu diterima dan mendatangkan manfaat pada kita untuk mendatang jodoh yang diredhai.
3 May 2011
2 May 2011
Hukum Bercouple Itu Haram .
BERCOUPLE BUKAN BUDAYA UMAT ISLAM YANG BERIMAN
1.Orang yang bercouple tidak mungkin
menundukkan pandangannya terhadap
kekasihnya.
2.Orang yang bercouple tidak akan
boleh menjaga hijab.
3.Orang yang bercouple biasanya
sering berdua-duaan dengan pasangan
kekasihnya, baik di dalam rumah atau di
luar rumah.
4.Wanita akan bersikap manja dan
mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya.
5.Bercouple identik dengan saling
menyentuh antara lelaki dan wanita,
meskipun itu
hanya berjabat tangan.
6.Orang yang bercouple, boleh
dipastikan selalu membayangkan orang yang
dicintainya.
Dalam kamus bercouple, hal-hal tersebut
adalah
lumrah dilakukan, padahal satu hal saja
cukup
untuk mengharamkannya, lalu apatah lagi
kesemuanya atau yang lain-lainnya lagi?
Fatwa Ulama
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin
ditanya
tentang hubungan cinta sebelum nikah.
Jawab beliau; Jika hubungan itu sebelum
nikah,
baik sudah lamaran atau belum, maka hukumnya
adalah haram, kerana tidak boleh
seseorang untuk
bersenang-senang dengan wanita asing (bukan
mahramnya) baik melalui ucapan, memandang,
atau berdua-duaan. Sebagaimana
Rasulullah SAW
bersanda: Janganlah seorang lelaki
bedua-duaan
dengan seorang wanita kecuali ada bersama-
sama mahramnya, dan janganlah seseorang
wanita berpergian kecuali bersama mahramnya.
Syaikh Abdullah bin abdur Rahman al-Jibrin
ditanya; Jika ada seseorang lelaki yang
berkoresponden dengan seorang wanita yang
bukan mahramnya, yang pada akhirnya mereka
saling mencintai, apakah perbuatan itu
haram?
Jawab beliau; Perbuatan itu tidak
diperbolehkan,
kerana boleh menimbulkan syahwat di antara
keduanya, serta mendorongnya untuk
bertemu dan
berhubungan, yang mana koresponden semacam
itu banyak menimbulkan fitnah dan menanamkan
dalam hati seseorang untuk mencintai
penzinaan
yang akan menjerumuskan seseorang pada
perbuatan yang keji, maka dinasihati
kepada setiap
orang yang menginginkan kebaikan bagi
dirinya
untuk menghindari surat-suratan, pembicaraan
melalui telefon, serta perbuatan
semacamnya demi
menjaga agama dan kehormatan dirinya.
Syaikh Jibrin juga ditanya; Apa hukumnya
kalau
ada seorang pemuda yang belum menikah
menelefon gadis yang juga belum menikah?
Jawab beliau; Tidak boleh berbicara dengan
wanita asing (bukan mahram) dengan
pembicaraan yang boleh menimbulkan syahwat,
seperti rayuan, atau mendayukan suara (baik
melalui telefon atau lainnya).
Sebagaimana firman
ALLAH SWT; Dan janganlah kalian melembutkan
suara, sehingga berkeinginan orang-orang
yang
berpenyakit di dalam hatinya.
(al-Ahzaab: 32).
Adapun kalau pembicaraan itu untuk sebuah
keperluan, maka hal itu tidak mengapa
apabila
selamat daripada fitnah, akan tetapi
hanya sekadar
keperluan.
Syubhat Dan Jawapan Yang Sebenarnya
Keharaman bercouple lebih jelas dari
matahari di
siang hari. Namun begitu masih ada yang
berusaha menolaknya walaupun dengan
dalil yang
sangat rapuh, antaranya:
Tidak Boleh dikatakan semua cara
bercouple itu
haram, kerana mungkin ada orang yang
bercouple
mengikut landasan Islam, tanpa melanggar
syariat
Jawabnya: Istilah bercouple berlandaskan
Islam
itu Cuma ada dalam khayalan, dan tidak
pernah
ada wujudnya. Anggap sajalah mereka boleh
menghindari khalwat, menyentuh serta menutup
aurat. Tetapi tetap tidak akan boleh
menghindari
dari saling memandang, atau saling
membayangkan kekasihnya dari masa ke semasa.
Yang mana hal itu jelas haram
berdasarkan dalil
yang kukuh.
Biasanya sebelum memasuki alam perkahwinan,
perlu untuk mengenal terlebih dahulu calon
pasangan hidupnya, fizikal, karaktor,
yang mana
hal itu tidak akan boleh dilakukan tanpa
bercouple,
kerana bagaimanapun juga kegagalan sebelum
menikah akan jauh lebih ringan daripada
kalau
terjadi setelah menikah.
Jawabnya: Memang, mengenal fizikal dan
karaktor
calon isteri mahupun suami merupakan
satu hal
yang diperlukan sebelum memasuki alam
pernikahan, agar tidak ada penyesalan di
kemudian
hari. Namun, tujuan ini tidak boleh
digunakan untuk
menghalalkan sesuatu yang telah sedia
haramnya.
Ditambah lagi, bahawa orang yang sedang
jatuh
cinta akan berusaha bertanyakan segala
yang baik
dengan menutupi kekurangannya di hadapan
kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh
cinta
akan menjadi buta dan tuli terhadap
perbuatan
kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang
dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu
Darda; Cintamu pada sesuatu membuatmu buta
dan tuli.
Fenomena Couple
Dalam situasi terkini, fenomena
pergaulan bebas
dan pengabaian terhadap nilai-nilai
murni Islam
berlaku pada tahap yang amat membimbangkan.
Kebanyakan umat Islam kini tidak lagi
menitik
beratkan nilai-nilai dan adab-adab sopan
yang
dianjurkan oleh Islam melalui al-Quran
dan sunnah
rasul-NYA. Mereka bukan setakat
mengabaikannya dan menganggap perkara itu
tidak penting, bahkan mereka
menganggapkannya
sebagai satu perkara yang menyusahkan
aktiviti
mereka yang menurutkan nafsu dan perasaan
semata-mata itu. Nauzubillah
Marilah kita sama-sama menjauhi perkara yang
seumpama itu dan mejauhi hal-hal yang telah
dilarang (haram). Tegakkanlah yang benar dan
katakanlah salah kepada yang batil.
Janganlah
berhujah untuk membenarkan perkara yang
telah
terang haramnya di sisi ALLAH.
Bila Lihat Keburukan Orang ....
Kita memang mudah melihat keburukan orang lain dan teramat susah untuk melihat keburukan diri sendiri. Oleh itu, apabila kita terlihat keburukan orang lain, hendaklah kita kaitkannya dengan diri kita. Contoh: Sedang kita duduk di masjid, datang seorang pemuda dan sembahyang. Kita lihat pemuda itu solat tak khusyuk, badannya goyang sana goyang sini. Lalu hati kita pun berkata:" Apa la mamat ni, sembahyang tak khusyuk." Pada masa yg sama kita lupa yg kita sendiri pun sembahyang tak khusyuk! Kadang-kadang program untuk satu minggu pun kita boleh fikirkan masa tengah sembahyang. Oleh itu, apabila kita terlihat keburukan orang lain, hendaklah kita pastikan yg kita tidak melakukannya. Jika kita pun lakukan, maka hendaklah kita perbaiki diri kita. Selain itu, hendaklah kita lihat kebaikan orang lain. Macam contoh mamat tadi. Lihat kebaikannya. Hati kita akan berkata:"Bagus mamat ni, rajin datang masjid. Aku ni kadang-kadang je datang. Sembahyang Juamaat je aku selalu datang." Bila kita lihat kebaikan orang, hendaklah juga kita berusaha untuk baiki diri. Contoh 2: Masa kita dalam masjid tadi, datang pula seorang pakcik tua dan dia baca Qur'an. Kita dengar pakcik ni baca tersangkut-sangkut. Lalu hati kita pun berkata:" Apa la pakcik ni, baca Qur'an pun tak betul." Pada masa yg sama, kita lupa yg kita ni dah berbulan-bulan tak baca Qur'an. Oleh itu, hendaklah kita lihat kebaikannya bukan keburukan orang lain. Sepatutnya kita berkata:"Bagus pakcik ni, rajin baca Qur'an." Banyak lagi contoh-contoh lain. WaAllahu 'Alam....
Subscribe to:
Posts (Atom)